404 Not Found


nginx
Modul 3 – BAB IV – BEST HOPE Modul 3 – BAB IV – BEST HOPE

MODUL 3

BAB IV. PERATURAN DASAR FINANSIAL (KEUANGAN)

LIMA PERATURAN DASAR KEUANGAN

Ada 5 dasar peraturan keuangan. Sayangnya kita nyaris salah di kelima hal itu. Mungkin Anda tidak demikian, tetapi saya sampai usia 45an masih salah dalam 5 hal tersebut. Kelima hal itu akan saya uraikan satu per satu. Tetapi untuk memenuhi keinginantahuan Anda, akan saya singgung sedikit sekarang.

Kelima hal itu adalah :

  1. Bisa membedakan aset dan beban. Di sini saja sudah terbolak – balik. Yang beban dikatakan aset. Seharusnya menumpuk aset supaya tambah kaya, yang dilakukan malah menumpuk beban sehingga tambah miskin.
  2. Mengerti arus uang atau cashflow. Selama bertahun-tahun, cashflow saya ternyata lebih banyak cashflownya orang miskin dan TIDAK PERNAH mengalami cashflow orang kaya. Padahal SEMUA ORANG YANG KENAL SAYA, menganggap saya kaya.
  3. Mengetahui cara menggunakan uang.  Dari 3 cara menggunakan uang, saya justru melakukan yang terjelek. Jangan tertawa dulu, karena saya yakin Anda juga melakukan hal yang sama.
  4. Mengetahui penghasilan aktif dan pasif.  Seumur hidup saya dan Anda dilatih untuk mencari UANG YANG SALAH. Kemudian bingung sendiri mengapa semakin tua kerjanya harus semakin keras ya. Lha iyalah, karena jenis uang yang salah yang kita cari.
  5. Mengetahui definisi kaya dan miskin.  Di hal yang paling penting inipun kita tidak tahu. Kita semua ingin kaya, tetapi kita semua salah membuat definisinya. Akibatnya jelas, dari waktu ke waktu bukannya bertambah kaya tetapi justru bertambah miskin. Kalau dia dokter atau pengacara, semakin senior kerjanya semakin keras. Itu sebenarnya menunjukkan semakin miskin. Mereka bekerja semakin keras bukan karena ingin, tetapi karena harus

1. BISA MEMBEDAKAN ANTARA APAKAH HARTA ANDA TERMASUK ASET ATAU BEBAN ?

Banyak yang tidak bisa membedakan aset dan beban. Mereka mengira rumah yang dia tinggali itu aset. Mobil yg dinaiki itu aset. Akibatnya mereka berusaha terus membuat rumahnya lebih bagus dan meningkatkan nilainya. Padahal nilai sebuah rumah bukan fisiknya tetapi pada 3 hal yaitu :

  1. Lokasi,
  2. Lokasi, dan
  3. Lokasi.

Mereka juga terus menambah mobil karena mengira mobil itu aset. Teman-teman dokter saya sering dengan bangga mengatakan bahwa mobilnya 5, seperti saya dulu. Dari gambaran diatas nampak bahwa rumah yang kita tinggali itu beban, begitu juga mobil yang kita pakai juga beban.

Contoh harta berupa aset adalah pabrik, kendaraan niaga, rumah yang dikontrakkan, ternak dan sebagainya.

DEFINISI ASET DAN BEBAN

Aset adalah segala sesuatu milik kita yang bisa memasukkan uang secara rutin ke kantong kita. Seperti saham, deposito, surat berharga lain, real estate, kos-kosan, bisnis yang diurus orang lain, lahan produktif, ternak dll. Beban adalah segala sesuatu yang menyebabkan kita harus mengeluarkan uang. Contoh beban misalnya rumah yang kita tinggali, mobil yang kita pakai.

Seharusnya aset kita diperbanyak dan beban diperkecil. Tapi yang terjadi sebaliknya yaitu beban yang diperbesar dan aset bahkan tidak terpikirkan. Rumah yang kita tinggali adalah beban yang paling besar menyerap potensi kekayaan kita. Semua uang penghasilan kita masuk kesana. Jika seseorang punya uang, tiba-tiba saja merasa perlu mengganti lantai rumah, merehab dapur, menambah kamar. Yang terpikir adalah KAPAN LAGI ADA KESEMPATAN ? Ternyata jurus KAPAN LAGI itu berlaku baik pada yang usia 17 tahun sampai yang usia 71 tahun. Kapan lagi ? Kapan lagi ?

Tetapi jika Anda bertanya ke orang bank, maka dia akan menjawab dengan tegas bahwa rumah Anda adalah aset, mobil Anda adalah aset. Mereka benar dan tidak sedang membohongi Anda.

Yang tidak dikatakan adalah bahwa itu asetnya bank, karena menghasilkan uang untuk bank. Untuk Anda itu ya beban. Banyak sekali orang yang tidak mengerti tentang arus kas. Dikiranya kalau penghasilan besar berarti kita kaya. Padahal tidak demikian.
 

2. MENGERTI ARUS UANG ATAU CASHFLOW

Banyak orang yang tidak mengerti tentang arus kas / uang. Mereka mengira kalau penghasilan mereka besar berarti mereka kaya. Padahal tidak selalu demikian.

 

ADA TIGA MACAM ARUS KAS

Untuk bisa melihat apakah Anda orang miskin, orang kelas menengah atau orang kaya, tidak bisa hanya dengan melihat jumlah penghasilan. Yang lebih penting adalah dari mana uang Anda berasal dan kemana mereka pergi. Arus uang itulah yang menentukan apakah Anda ini orang kaya atau orang miskin.

Berapapun jumlah penghasilan Anda, jika arus kas Anda merupakan arus kas orang miskin, maka Anda orang miskin. Memiliki tingkat stress seperti orang miskin yg selalu kekurangan uang. Jika arus kas Anda merupakan arus kas kelas menengah, maka Anda adalah kelas menengah. Begitu juga arus kas orang kaya hanya dimiliki orang kaya yg umumnya bebas stress. Kalau Anda ingin menjadi orang kaya, maka jadikanlah arus kas Anda menjadi arus kasnya orang kaya. 

Cuma itu caranya, bukan dengan bersusah payah menciptakan strategi untuk mencari penghasilan besar. Penghasilan besar tidak bisa membuat Anda kaya.

 

ARUS UANG ORANG MISKIN

Arus kas orang miskin memiliki 2 ciri, yaitu :

  1. Penghasilannya berasal dari pekerjaan (penghasilan aktif).
  2. Setiap bulan habis untuk kebutuhan.

Tidak peduli berapapun penghasilan Anda, mungkin 1 juta, mungkin 10 juta atau 100 juta sebulan. Kalau memenuhi 2 kriteria tadi, berasal dari pekerjaan Anda dan setiap bulan habis, Anda orang miskin. Mungkin Anda tinggal di rumah di gang sempit, atau di sebuah rumah besar di kompleks perumahan mewah. Kalau penghasilan anda berasal dari pekerjaan dan setiap bulan habis, Anda adalah orang miskin.

Robert T Kiyosaki memiliki teman dengan penghasilan 500 ribu dollar setahun. Atau sekitar 500 juta rupiah sebulan. Tetapi setiap tahun dia menghabiskan 525 ribu dollar. Dia termasuk orang miskin. Memiliki tingkat stress orang miskin yang selalu merasa kurang uang atau pas – pasan.

 

ARUS UANG KELAS MENENGAH

Arus uang kelas menengah seperti dokter, pengacara, pegawai negeri, pedagang dan sebagainya memiliki 3 ciri :

  1. Penghasilannya diperoleh dari pekerjaan (penghasilan aktif) .
  2. Penghasilannya lebih besar dibandingkan biaya hidup bulanan.
  3. Kelebihan penghasilan biasanya dibelikan beban, bukan aset.

Pemilik arus kas kelas menengah ini seringkali jatuh lagi ke arus kas orang miskin akibat beban terus bertambah. Kelebihan penghasilannya seringkali dibelikan beban sehingga semakin lama beban hidupnya semakin tinggi. Jika penghasilannya tidak naik, maka arus kasnya akan menjadi arus kas orang miskin kembali.

 

ARUS UANG ORANG KAYA

Arus uang orang kaya hanya punya 1 ciri, yaitu : penghasilannya dari hasil aset, bukan dari pekerjaan.

Asetnya bisa berupa saham, obligasi, real estate, bisnis yang dikerjakan orang lain, ternak, dsb. Anda mungkin masih aktif bekerja, tetapi bukan karena keharusan mempertahankan penghasilan, melainkan karena memang suka bekerja. Penghasilan utamanya adalah dari aset. Jadi bagaimanapun mewahnya kehidupan Anda, selama uang yang Anda gunakan untuk penghidupan itu berasal dari pekerjaan. Anda tidak bisa digolongkan orang kaya. Anda baru bisa disebut orang kaya jika penghasilan Anda berasal dari aset yang sebelumnya sudah Anda bangun.

 

3. MENGETAHUI CARA MENGGUNAKAN UANG

Di pendidikan formal, kita hanya dilatih untuk mendapatkan uang. Semakin banyak uang yang nantinya bisa diperoleh, semakin tinggi biaya sekolahnya. Saat ini mungkin kedokteran yang paling menarik untuk bisa secara cepat mendapatkan uang. Seorang dokter punya mobil dan rumah yang bagus itu sudah dianggap wajar. Justru kalau tidak punya apa apa itu akan dipertanyakan : “Jangan jangan tidak laku?” Tetapi dari pelajaran tentang cashflow (arus uang), seberapa banyak kita mendapatkan uang ternyata tidak terlalu penting. Jauh lebih penting darimana dan kemana aliran uang itu. Yang sama pentingnya adalah bagaimana cara kita mempergunakan uang itu.

Pada akhirnya, Yap Kwan Cong alias Darmawan, teman SMA saya yang tidak lulus, jauh lebih kaya dibanding saya. Itu karena dia tahu cara mencari dan menggunakan uang, sedang saya hanya tahu cara mencari uang. Pada awalnya, uang yang saya dapatkan pasti lebih besar daripada yang dia dapatkan. Tetapi… siapa yang ketawa paling akhir, dialah yang menang

ADA 3 TIPE ORANG DALAM MENGGUNAKAN UANG

  1. TIPE PEMINJAM : Orang dengan tipe ini adalah sumber penghasilan para bankir. Untuk mereka ada karpet merah di bank atau perusahaan leasing. Apapun barang yang diinginkan dibeli secara kredit. Lunas dengan yang satu, dia akan mengambil kredit yang lain. Hidup semewah dia bisa, ibarat menyetir mobil selalu menekan gas sampai di garis merah. Mobil apapun yang dia naiki selalu dipacu sampai batas maksimal. Robert T Kiyosaki menyebut kehidupannya sebagai almost bankcrupt atau hampir bangkrut. Jika pencari nafkahnya berhenti bekerja, maka keluarganya langsung bangkrut karena harus menjual barang – barang yang ada. Pencari nafkah berhenti bekerja itu bisa kapan saja. Bisa masih lama sesuai rencana pensiun, bisa di PHK dalam waktu dekat, bisa juga meninggal hari ini. Apakah Anda mengenal satu saja dari mereka?
  2. TIPE PENABUNG : Orang dengan tipe ini tidak suka ambil kredit, selalu beli cash. Tetapi karena tujuan menabung untuk membeli barang, sebenarnya ya hampir sama saja. Jika pencari nafkah berhenti bekerja karena suatu hal, tidak lama kemudian sudah harus menjual barang atau bangkrut. Memang sedikit lebih lama dibandingkan tipe yang pertama. Apakah Anda mengenal satu orang saja dari mereka ?
  3. TIPE INVESTOR : Inilah yang besok akan hidup enak karena sudah terbiasa menyisihkan sebagian penghasilannya untuk diinvestasikan. Ada beberapa jenis investor. Ada investor kecil dan ada investor besar. Pola pikirnya sama, hanya ilmunya saja yang berbeda. Robert T Kiyosaki mengajarkan kita untuk memiliki 3 celengan. Kita perlu menyisihkan 30% dari penghasilan kita, dimasukkan ke 3 celengan : $ 10% untuk tabungan. Hanya boleh digunakan untuk kondisi sangat darurat. $ 10% untuk investasi, jika jumlahnya sudah cukup diinvestasikan. Namanya investasi ada kemungkinan gagal. $ 10% digunakan untuk sedekah (beramal).

4. MENGETAHUI TENTANG PENGHASILAN AKTIF DAN PASIF

Selama ini kita lahir, besar, belajar, dan bekerja di lingkungan yang hanya tahu 1 jenis penghasilan saja, yaitu penghasilan aktif. Penghasilan yg diperoleh dari apa yang kita kerjakan sekarang. Kita belajar bahwa yang benar itu adalah BEKERJA MENCARI UANG. Itulah yang dilakukan oleh 95% orang di dunia. Dalam melakukan pekerjaan apapun, mereka inginnya langsung menerima uangnya. Mereka menjual waktunya untuk sejumlah uang. Sayangnya mereka terbukti hanya menikmati 5% dari kekayaan di dunia karena tenaga dan waktunya terbatas. Karena ilmu yang kurang, tanpa disadari banyak dari mereka yang bekerja untuk membuat orang lain bertambah kaya sedang mereka sendiri sebenarnya bertambah miskin. Lihat kembali bab cashflow.

Sebaliknya, 5% populasi yang bisa menikmati 95% kekayaan dunia itu justru mencari penghasilan jenis lain, yaitu penghasilan pasif yang berasal dari aset yang sebelumnya mereka bangun. Mereka BEKERJA MEMBANGUN ASET (lihat peraturan nomor 1 tentang Aset dan Beban). Ini jenis penghasilan yang sesuai dengan HUKUM ALAM PERTUMBUHAN. Apapun yang kita tanam, akan terus tumbuh semakin besar. Karena itu mereka bisa mendapatkan penghasilan yang besar dengan kerja yang relatif ringan. Hukum Alam Pertumbuhan dan Hukum Memberi dan Menerima akan menjaminnya. Mereka bekerja… bekerja dan bekerja… Memberi… memberi dan memberi. Menanam . . menanam dan menanam. Akhirnya akan tiba waktunya untuk memanen… memanen … memanen … Menerima… menerima dan menerima selamanya. Menanam waktu akan menerima waktu berlipat – lipat.

PENGHASILAN AKTIF

Penghasilan aktif adalah penghasilan dari pekerjaan seperti gaji, honorarium, dan keuntungan bisnis yang kita kelola sendiri. Penghasilan jenis ini sering disebut sebagai UANG YANG SALAH. Karena uang jenis ini tidak menyebabkan kita kaya. Uang jenis ini juga menyebabkan kita semakin stress. Sudah sangat terbukti bahwa semakin besar penghasilan aktif seseorang, semakin besar masalah keuangan mereka dan semakin stres mereka. Uang tidak menyebabkan seseorang menjadi kaya. Yang membuat kita kaya adalah jika memiliki SUMBER UANG yaitu ASET.

Prinsip penghasilan aktif itu kita bekerja untuk menghasilkan uang. Karena kita langsung mendapatkan hasilnya, maka alam belum sempat menumbuhkannya. Akibatnya kita hanya mendapat sebanyak nilai tenaga kita saja. Apalagi tenaga kita terbatas karena ada batas usia atau sakit atau PHK atau perusahaan bangkrut sehingga tidak bisa menerima selamanya. Sebesar apapun penghasilannya, jika tidak bekerja maka tidak akan mendapatkan uang lagi.

Ciri lain dari penghasilan aktif adalah mudahnya digunakan untuk bersenang – senang. Karena kita merasa mendapatkannya dengan bekerja keras membanting tulang. Kita cenderung merasa berhak menggunakan secepatnya. Akibatnya kita terjebak dalam hedonic treadmill, terus menerus menumpuk beban sehingga bebannya semakin berat dan kita sebagai aset akhirnya tidak memiliki kekuatan lagi. Berbeda dengan penghasilan pasif, mula – mula nggak dapat uang. Tetapi lama – lama uangnya akan melimpah.
 
 

PENGHASILAN PASIF

Penghasilan pasif diperoleh dari apa yang sudah kita kerjakan di masa lalu, yaitu MEMBANGUN ASET. Disebut juga Residual Income. Ini adalah jenis penghasilan yang bisa membuat kita kaya. Uang yang berasal dari penghasilan jenis ini disebut juga sebagai uang yang benar. Berbeda dengan penghasilan aktif, semakin besar penghasilan pasif Anda membuat semakin relaks dan tenang kehidupan Anda.
 
Hambatan untuk mendapatkan penghasilan pasif ini adalah diri Anda sendiri. Yaitu kepercayaan salah tentang penghasilan jenis ini. Di lingkungan orang miskin, ide penghasilan pasif tidak populer karena mereka nyaris tidak pernah mendapatkan. Dianggapnya penghasilan jenis ini adalah penghasilan yang tidak jelas berasal dari mana, seolah-olah tanpa bekerja atau melakukan sesuatu kita bisa mendapatkan, sehingga mereka menganggapnya sebagai penghasilan tidak sah atau haram. Seringkali juga kita bertanya kepada orang yang salah tentang boleh tidaknya penghasilan jenis ini. Yaitu kepada orang yang mungkin juga belum tahu tentang penghasilan pasif. Sehingga pendapatnya juga didasarkan prasangka sejak kecil seperti yang lain.
 
Hukum alam MEMBERI DAN MENERIMA tidak mungkin membiarkan seseorang tanpa melakukan apa – apa kemudian mendapat penghasilan besar. Jika seseorang mendapat penghasilan besar saat ini tanpa nampak bekerja, berarti dahulu dia sudah bekerja lebih keras dari kita dan tidak mendapatkan hasil yang sepadan dengan pekerjaannya. Hasilnya baru diterima sekarang. Jika saat bekerja Anda langsung menerima penghasilan, itu adalah penghasilan aktif dan bukan pasif. Jika kemudian dijanjikan besok akan mendapat penghasilan pasif besar, Anda layak curiga itu suatu kebohongan.
 
Untuk bisa mendapatkan penghasilan pasif, kata kuncinya ada 2 yaitu JARINGAN dan SISTEM. Semakin besar jaringan bisnis atau investasi Anda, semakin besar penghasilan Anda. Semakin bagus sistemnya, semakin aman penghasilan Anda. Disini Anda sudah sepenuhnya menggantikan diri Anda sebagai aset keluarga, dengan aset lain yang jauh lebih aman. Anda sendiri bisa melakukan hal-hal lain, khususnya bisa lebih dekat dengan keluarga.
 
 

5. MENGETAHUI DEFINISI KAYA DAN MISKIN (Ditinjau dari ilmu financial bukan ilmu agama) 

 
Terkadang terasa menggelikan. Atau lebih tepat lagi mengenaskan. Ada sebuah ironi yang terjadi disini. Nyaris seumur hidup kita bekerja keras setengah mati supaya bisa kaya atau makmur. Tetapi karena tidak cerdas finansial dan tidak tahu hukum – hukum keuangan, kita malah menjauh dari kaya. Semakin lama justru semakin mendekat kearah miskin tanpa disengaja atau disadari. Akibatnya banyak yang semakin frustrasi. Semakin besar penghasilan kita, mengapa semakin banyak hutang kita? Dan merasa semakin merasa perlu mendapat penghasilan lebih besar lagi. Kok seperti kurang terus ya? Lapar uang terus ya?
 
Banyak guru yang justru semakin stress ketika mendapat tunjangan pendidikan yang besarnya 1X gaji. Teman teman saya yang waktu itu rata – rata sudah kepala sekolah, membenarkan bahwa mereka semakin sering menandatangi rekomendasi permintaan kredit dari para guru. Ini ironi kan? Digaji semakin besar, justru hutangnya yang semakin besar. Akibat rendahnya kecerdasan finansial, kita menumpuk beban yang kita pikir aset seperti rumah dan mobil. Akibatnya kita sebenarnya bertambah miskin meskipun kita sendiri merasa bertambah kaya. Itu nampak dari kerja kita yang semakin tua semakin keras dan tanggung jawabnya semakin besar. Itu sebenarnya hanya menunjukkan bahwa kita membutuhkan uang semakin banyak untuk bisa bertahan hidup. Mereka yang berusaha mencari uang besar adalah mereka yang kekurangan uang alias miskin. Itulah aturan dasarnya yang perlu dipahami.
 
 

KAYA DAN MAKMUR

Orang kaya itu bukan orang yang penghasilannya besar, rumahnya besar dan mobilnya banyak. Itu namanya orang yang hidupnya mewah. Sebagian besar yang hidupnya mewah seperti itu adalah orang yang secara keuangan sebenarnya miskin. Karena mereka membiayai kehidupan mewahnya dengan bekerja keras. Seperti yang saya lakukan dulu.

Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa orang disebut kaya kalau mulai besok dia berani berhenti bekerja, karena sudah memiliki penghasilan pasif yang lebih besar dari biaya hidupnya. Sebenarnya yang paling mudah ya mengukur INDEKS KEMAKMURAN masing masing. Yaitu penghasilan pasif dibagi biaya hidup. Jika IK-nya lebih dari 1 berarti kita makmur. Jika IK-nya jauh lebih besar dari 1 berarti kita kaya. Coba Anda ukur Indeks Kemakmuran 15 tahun yang lalu, 10 tahun lalu dan sekarang. Jika naik terus berarti bagus, pola pengaturan keuangan bisa diteruskan. Jika turun terus berarti tidak bagus. Anda harus segera merubah arah. Bisa dengan merubah cara mencari uang atau dengan merubah cara menggunakan uang. Kalau itu Anda biarkan, maka bukan tidak mungkin Anda akan masuk golongan 80% profesional berpenghasilan besar yang jatuh miskin di usia tuanya. Itu kalau sekarang Anda berpenghasilan besar seperti saya sebagai dokter kandungan dulu.

Saya pernah menghitung IK saya, dan ternyata turun terus karena yang saya tingkatkan adalah biaya hidup. Itu ditandai dengan semakin senior, kerja saya semakin keras. Jika dulu praktek 5 hari seminggu sore saja. Saat senior saya praktek 6 hari seminggu pagi dan sore. Di satu sisi saya merasa bangga karena semakin diperlukan dan semakin sibuk. Tetapi pengetahuan saya yang baru yaitu kecerdasan finansial mengatakan bahwa saya sebenarnya semakin miskin. Alhamdulillah, pada awal 2003 saya diajari materialisasi, dan dua tahun setelah itu saya bisa bebas finansial dan bebas waktu. Mekanisme Sukses Otomatis (yang waktu itu belum saya ketahui) telah menuntun saya melalui CARA OTOMATIS KAYA SEJATI.

MISKIN

Sebenarnya definisi miskin itu secara filosofi tidak ada karena kita menggunakan kata ampuh yaitu CUKUP. Padahal yang sering terjadi, cukup itu artinya kekurangan uang yang dicukup – cukupkan.

Dalam dunia keuangan sebenarnya hanya ada 2 kondisi yaitu KEKURANGAN UANG dan KELEBIHAN UANG. Anda disebut kekurangan uang bila Anda masih HARUS BEKERJA untuk mendapatkan uang. Sebaliknya Anda disebut kelebihan uang jika uang sudah datang sendiri dari ASET yang dulu Anda bangun. Anda boleh saja tetap bekerja seperti _Bill Gate dan para milyarder lain. Tetapi bekerjanya membangun aset. Tetapi dengan definisi kaya yang sudah baku yaitu penghasilan pasif lebih besar dari biaya hidup, maka definisi miskin ya kebalikannya.

Jose Mujica, Presiden Uruguay yang sangat sederhana mengatakan bahwa Orang miskin adalah mereka yang bekerja keras hanya untuk membayar gaya hidupnya yang mahal, dan selalu ingin lebih dan lebih.

Saat itu saya juga termasuk orang miskin yang terus menerus berusaha mencari uang besar. Hanya untuk memenuhi gaya hidup saya yang semakin lama semakin mewah. Kemudian berhasil merubah arah dan akhirnya sampai saat ini saya masih terus bekerja membangun aset.

error: Content is protected !!